Wednesday, August 31, 2016

RANGKUMAN AGAMA ISLAM BAB 1
KELAS X SMA N 3 WAEAPO
 


Oleh Anhar Firmansyah, S.Pd.I
NIP. 19910621 201504 1 001

1.       AL-QUR’AN SURAH AL-BAQARAH : 30 TENTANG PERANAN MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH



30.  Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

Ruang Tajwid

Bacaan
Hukum Bacaan
Cara Baca
Alasan
جَا عِلٌ فِي
Ikhfa
Samar-samar antara jelas dan dengung
Tanwin bertemu dengan huruf ( fa) ف
أَتَجْعَلُ
Qolqolah Sughro
Dipantulkan
Huruf ج )jim( berharokat sukun di tengah kalimat
مَنْ يُفْسِدُ
Idghom Bigunnah
huruf pertama yang berupa nun mati dan tanwin dimasukkan/dileburkan ke huruf yang ke dua dengan dengung
Nun mati bertemu dengan huruf   ي
اِنِّي
Gunnah
Ditahan 2 harakat
Huruf  نnun bertasdid



Kesimpulan Ayat:
·         Allah menciptakan  Adam (manusia) untuk menjadi khalifah dimuka bumi Dan hanya Allah yang tahu apa yang Dia rencanajkan 
·         Yang dimaksud dengan khalifah adalah wakil Allah dimuka bumi, yang Diberi tugas untuk memelihara dan melestarikan alam, mengambil Manfaat serta menggali dan  mengolah  kekayaan alam demi terwujudnya Kedamaian, kemakmuran, dan kesejahteraan segenap umat manusia.

2.       AL-QUR’AN SURAH AL-MU’MINUN : 12-14  TENTANG KEJADIAN MANUSIA




12.  Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.
13.  Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
14.  Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.
 










Kesimpulan Ayat
·         Penegasan Allah SWT bahwa manusia merupakan makhluk ciptaan-Nya yang asal kejadiannya dari saripati tanah
·         Informasi dari Allah SWT tentang proses kejadian manusia ketika masih berada dalam kandungan.

Proses kejadian manusia ketika masih berada dalam kandungan adalah sebagai berikut:
1.      Saripati tanah yakni inti dari tanah yang diserap oleh tumbuh-tumbuhan dan kemudian menghasilkan buah-buahan yang dikonsumsi oleh orangtua kita.
2.      Allah menjadikan saripati tanah yang terdapat dalam tubuh manusia sebagai nutfah (air yang berisi spermatozoa atau disebut sperma), yang kemudian ditumpahkan ke dalam qarar (rahim atau kandungan)
3.      Allah SWT menjadikan nutfah sebagai alaqah yang berbentuk gumpalan darah menyerupai buah lecis atau lintah.
4.      Dari Alaqah Allah SWT menjadikannya sebagai mudgah, yaitu segumpal daging menyerupai daging hancur yang sudah dikunyah.
5.      Dari mudgah Allah SWT menjadikannya sebagai Idzam, yaitu tulang atau rangka.
6.      Kemudian tulang atau rangka itu dibalut daging.
7.      Setelah itu Allah menjadikannya sebagai makhluk dalam bentuk lain yaitu dalam bentuk manusia yang telah berkepala, berbadan, bertangan dan berkaki.
Saripati tanah – air mani – segumpal darah – segumpal daging – tulang belulang – tulang dibungkus oleh daging -  ditiupkan ruh

3.       AL-QUR’AN SURAH AZ-ZARIYAT : 56 TENTANG TUGAS MANUSIA



56.  Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
Kesimpulan ayat:
Tujuan Allah menciptakan jin dan manusia supaya beribadah kepada Allah.
Ibadah berarti taat, patuh, tunduk dan menurut tarhadap perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

4.       AL-QUR’AN SURAH AN-NAHL : 78 TENTANG KEWAJIBAN MANUSIA UNTUK BERSYUKUR



78.  Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.

Kesimpulan ayat:
Manusia terlahir dalam keadaan tidak berilmu, kemudian Allah menganugerahi Pendengaran, penglihatan, akal dan hati sebagai bekal untuk meraih ilmu Pengetahuan, supaya manusia bersyukur atas nikmat Allah.




MATERI TAJWID; HUKUM BACAAN NUN MATI DAN TANWIN

TAJWID
HUKUM BACAAN NUN MATI DAN TANWIN
 


Oleh Anhar Firmansyah, S.Pd.I
NIP. 19910621 201504 1 001


Ilmu Tajwid adalah ilmu yang mempelajari tentang kaidah-kaidah atau cara-cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar

Hukum bacaan nun mati dan tanwin di bagi menjadi 5 :
1.      Idhar
2.      Idghom Bigunnah
3.      Idghom Bilagunnah
4.      Iqlab
5.      Ikhfa

1.      IDHAR
Pengertian Idhar
Idhar  berasal dari bahasa Arab Dhohara yang artinya JELAS atau Tampak.
Menurut istilah adalah melafadzkan huruf idhar dari makhrojnya dengan suara jelas atau terang tanpa disertai mendengung.
Kaidah Idhar
Apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf Idhar yang 6, maka harus dibaca jelas.
Huruf-huruf Idhar ada 6 yaitu : ء   ه  ح  خ  ع  غ
Cara membacanya : JELAS
Contoh :

أَنْهَا ر -  أَنْعَمْتَ - غَفُورٌ حَلِيْمٌ

2.      IDGHOM BIGUNNAH
Pengertian Idghom Bibunnah
Idghom menurut bahasa adalah memasukkan / meleburkan
Idghom Bigunnah adalah memasukkan/meleburkan huruf Idghom Bigunnah dengan mendengung.
Kaidah Idghom Bigunnah
Apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf Idghom Bigunnah yang 4.

Huruf-huruf Idhar ada 4 yaitu : ي  ن  م  و  (يَنْمُوْ)
Cara membacanya :
huruf pertama yang berupa nun mati dan tanwin dimasukkan/dileburkan ke huruf yang ke dua (huruf Idghom Bigunnah) dengan disertai dengung
Contoh :
مَنْ يُفْسِدُ ,مِنْ وَرَقَةٍ  

Pengecualian:
Apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan huru  ي dan و dalam satu kalimat, maka dibacanya menjadi JELAS (IDHAR).
Contoh:

فِيالدُّنْيَا  , سِنْوَانٌ 
3.      IDGHOM BILAGUNNAH
Pengertian Idghom Bilagunnah
Idghom menurut bahasa adalah memasukkan / meleburkan
Idghom Bilagunnah adalah memasukkan/meleburkan huruf Idghom Bilagunnah dengan tidak disertai dengung.
Huruf-huruf Idghom Bilagunnah ada 2 yaitu : ل  ر
Cara membacanya :
huruf pertama yang berupa nun mati dan tanwin dimasukkan/dileburkan ke huruf yang ke dua (huruf Idghom Bilagunnah) dengan tidak disertai suara dengung.
Contoh :
مِنْ رَبِّهِمْ   ,رَحْمَةً  لِلْعَالَمِيْنَ    

4.      IQLAB
Pengertian Iqlab
Iqlab menurut bahasa yaitu membalik atau menukar
Huruf-huruf Iqlab ada 1 yaitu : ب
Cara membacanya :
Apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ب cara membacanya huruf pertama yang berupa nun mati atau tanwin diganti/ditukar menjadi susara م (mim).
Contoh :
مِنْ بَعْدِ 

5.      IKHFA
Pengertian Ikhfa
Ikhfa artinya menyamarkan/menyembunyikan bunyi nun mati atau tanwin.
Huruf-huruf Ikhfa ada 15 yaitu :  ت  ث  ج  د  ذ  ز  س  ش  ص  ض  ط  ظ  ف  ق  ك
Cara membacanya :
Bunyi nun mati dan tanwin dibaca samar-samar antara jelas dan dengung, serta cara membacanya ditahan sejenak.
Kaidah :
Apabila ada nun mati dan tanwin bertemu dengan salah satu huruf ikhfa yang 15.
Contoh :

 مِنْ قَبْلِكُمْ  , جَا عِلٌ في

MATERI TAJWID; HUKUM BACAAN NUN MATI DAN TANWIN

TAJWID
HUKUM BACAAN NUN MATI DAN TANWIN
 


Oleh Anhar Firmansyah, S.Pd.I
NIP. 19910621 201504 1 001


Ilmu Tajwid adalah ilmu yang mempelajari tentang kaidah-kaidah atau cara-cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar

Hukum bacaan nun mati dan tanwin di bagi menjadi 5 :
1.      Idhar
2.      Idghom Bigunnah
3.      Idghom Bilagunnah
4.      Iqlab
5.      Ikhfa

1.      IDHAR
Pengertian Idhar
Idhar  berasal dari bahasa Arab Dhohara yang artinya JELAS atau Tampak.
Menurut istilah adalah melafadzkan huruf idhar dari makhrojnya dengan suara jelas atau terang tanpa disertai mendengung.
Kaidah Idhar
Apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf Idhar yang 6, maka harus dibaca jelas.
Huruf-huruf Idhar ada 6 yaitu : ء   ه  ح  خ  ع  غ
Cara membacanya : JELAS
Contoh :

أَنْهَا ر -  أَنْعَمْتَ - غَفُورٌ حَلِيْمٌ

2.      IDGHOM BIGUNNAH
Pengertian Idghom Bibunnah
Idghom menurut bahasa adalah memasukkan / meleburkan
Idghom Bigunnah adalah memasukkan/meleburkan huruf Idghom Bigunnah dengan mendengung.
Kaidah Idghom Bigunnah
Apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf Idghom Bigunnah yang 4.

Huruf-huruf Idhar ada 4 yaitu : ي  ن  م  و  (يَنْمُوْ)
Cara membacanya :
huruf pertama yang berupa nun mati dan tanwin dimasukkan/dileburkan ke huruf yang ke dua (huruf Idghom Bigunnah) dengan disertai dengung
Contoh :

Pengecualian:
Apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan huru  ي dan و dalam satu kalimat, maka dibacanya menjadi JELAS (IDHAR).
Contoh:

3.      IDGHOM BILAGUNNAH
Pengertian Idghom Bilagunnah
Idghom menurut bahasa adalah memasukkan / meleburkan
Idghom Bilagunnah adalah memasukkan/meleburkan huruf Idghom Bilagunnah dengan tidak disertai dengung.
Huruf-huruf Idghom Bilagunnah ada 2 yaitu : ل  ر
Cara membacanya :
huruf pertama yang berupa nun mati dan tanwin dimasukkan/dileburkan ke huruf yang ke dua (huruf Idghom Bilagunnah) dengan tidak disertai suara dengung.
Contoh :

4.      IQLAB
Pengertian Iqlab
Iqlab menurut bahasa yaitu membalik atau menukar
Huruf-huruf Iqlab ada 1 yaitu : ب
Cara membacanya :
Apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ب cara membacanya huruf pertama yang berupa nun mati atau tanwin diganti/ditukar menjadi susara م (mim).
Contoh :

5.      IKHFA
Pengertian Ikhfa
Ikhfa artinya menyamarkan/menyembunyikan bunyi nun mati atau tanwin.
Huruf-huruf Ikhfa ada 15 yaitu :  ت  ث  ج  د  ذ  ز  س  ش  ص  ض  ط  ظ  ف  ق  ك
Cara membacanya :
Bunyi nun mati dan tanwin dibaca samar-samar antara jelas dan dengung, serta cara membacanya ditahan sejenak.
Kaidah :
Apabila ada nun mati dan tanwin bertemu dengan salah satu huruf ikhfa yang 15.
Contoh :

 مِنْ قَبْلِكُمْ  , جَا عِلٌ في